MA Pesantren Temulus merupakan lembaga pendidikan yang memiliki akar sejarah kuat dari perjuangan spiritual Kyai Darkun Imam Basri serta nilai wakaf keluarga yang didedikasikan sepenuhnya untuk kemajuan pendidikan Islam. Berdiri di bawah naungan Yayasan Pesantren Nurinnuha, sekolah ini diresmikan sebagai bagian integral dari Pondok Pesantren Daarul Mukhlishiin yang dipelopori oleh Kyai H. Ahmad Ulinnuha Rozy sejak tahun 1997. Dengan landasan spiritual yang kokoh, madrasah ini terus berkomitmen menyelenggarakan pendidikan yang memadukan profil keislaman yang mendalam dengan pemenuhan standar fasilitas modern, mulai dari ruang kelas yang kondusif, laboratorium komputer, hingga perpustakaan yang memadai bagi seluruh santri.
Dalam aspek pengembangan karakter dan keterampilan, MA Pesantren Temulus mengintegrasikan kegiatan akademis dengan pembiasaan spiritual harian seperti apel pagi dan sholat dhuhur berjamaah. Madrasah ini juga aktif membekali siswa dengan beragam kemampuan praktis melalui berbagai ekstrakurikuler, di antaranya Multimedia, Menjahit, Hadroh, serta penguasaan bahasa melalui program Conversation dan Muhadasah. Prestasi siswa yang mencakup keterlibatan sebagai delegasi PASKIBRAKA hingga implementasi proyek P5RA mencerminkan keberhasilan madrasah dalam mencetak generasi yang mandiri, berjiwa kewirausahaan, dan tetap teguh memegang nilai-nilai luhur kepesantrenan.
Program Peminatan
IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial
Program Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MA Pesantren Temulus merupakan disiplin ilmu yang memadukan pemahaman dinamika sosial, ekonomi, dan sejarah dengan nilai-nilai etika Islam untuk menganalisis fenomena di masyarakat. Kurikulum ini membekali santri dengan fondasi kuat dalam memahami struktur sosial, hukum, serta prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan dan internasional. Fokus pembelajarannya mencakup penguasaan analisis data sosial, manajemen organisasi, hingga pemahaman mendalam mengenai tata kelola kemasyarakatan yang menjadi kunci utama dalam membangun tatanan sosial yang harmonis dan berkeadilan di era modern.
Melalui pendekatan pembelajaran partisipatif dan implementasi proyek P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin), santri diarahkan untuk menguasai kompetensi kritis yang selaras dengan tantangan global, termasuk pengembangan jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan. Kompetensi ini membuka peluang karir yang sangat luas, mulai dari praktisi hukum, sosiolog, tenaga pendidik, hingga profesional di bidang perbankan dan manajemen publik. Selain dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama, lulusan peminatan IPS juga didorong untuk menjadi penggerak perubahan (agent of change) di masyarakat yang mampu menawarkan solusi kreatif atas persoalan sosial dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip pesantren.
Prakata Kepala Sekolah
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Visi
Mencetak Generasi Qurrota A’yun, Berilmu Amali, Beramal Ilmi, Berbudi Pekerti & Berprestasi
Misi
- Menyelenggarakan pendidikan integral dengan sistem pesantren yaitu memadukan aspek tarbiyyah ruhiyah (mental spiritual), aqliyah (intelektual) dan jismiyah (life skill) sehingga terbentuk peserta didik yang beriman, bertaqwa, cerdas, berakhlaq dan mandiri.
- Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap peserta didik berkembang optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki, dan tercipta tradisi amaliyyah.
- Melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler dalam bidang bahasa, kesenian, olahraga, karya tulis ilmiah, dan kreatifitas secara intensif sesuai bakat dan minat peserta didik.
- Menumbuh kembangkan semangat kompetitive secara intensif kepada seluruh peserta didik untuk mewujudkan budaya islamiyah (berlomba dalam kebaikan).
- Menerapkan managemen partisipatif dengan melibatkan seluruh peserta didik dan stakeholder sekolah
Tujuan
Membangun dan mengembangkan dimensi spiritual, yaitu keimanan, ketaqwaan, dan akhlaq karimah (budi mulia).
Membangun dan mengembangkan dimensi kecerdasan spiritual, dan kecerdasan emosional; kepribadian taat, rendah hati, beradab, kreatif, dinamis, disiplin, inovatif, produktif, dan kompetitif.
Membangun dan mengembangkan dimensi budaya, yaitu kepribadian yang kuat, tanggung jawab dan mandiri.
Memiliki semangat belajar dan bersaing dalam setiap hal kebaikan dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai keislaman ‘alaa ahlissunah wal jama’ah annahdliyyah.
Untuk menumbuhkembangkan rasa memiliki dan semangat berkontribusi demi tercapainya tujuan yang menjadi tanggungjawab bersama.
Seputar Santri MA Pesantren Temulus
Selamat Hari Guru 2025
Temulus, 25 November 2025. Di bawah langit pagi yang tenang, seluruh warga sekolah berkumpul dalam apel memperingati Hari Guru dengan penuh khidmat dan rasa syukur. Suasana terasa sederhana, namun...



















































